Sophisticated

"First, you must love yourself therefore you can love someone else." -Ni Putu Yuan-

Senin, 25 Oktober 2010

membuat folder dengan command prompt (dos)

PERTANYAAN :
  1. Buatlah folder Piala Dunia dengan DOS (cmd) !
  2. Hidden 2 folder dan 2 file .txt !
  3. Buatlah tree, print screen dan jelaskan logikanya !
JAWABAN :
Klik start, all programs kemudian sort accessories klik submenu command prompt.
Setelah muncul kotak dialog command prompt, mulailah membuat folder dan juga file-file .txt. Kita masih berada di drive C:\Documents and Settings\mdsuaba>. Kita akan keluar dari folder mdsuaba begitu juga dengan folder Documents and Settings yang terdapat di drive C:. Untuk itu, kita gunakan perintah internal pada DOS yakni cd (change directory). Pertama kita akan keluar dari folder mdsuaba kemudian tekan enter kita ketikkan lagi cd (change directory) dan hanya akan tersisa drive C:. Saya akan membuat folder dan file-file .txt di drive D:. Untuk pindah dari drive C: ke drive D: cukup dengan mengetik D: setelah C:\>.
Saya membuat folder Piala Dunia 2010 di drive D: dengan cara menggunakan perintah md (make directory) kemudian mengetikkan “Piala Dunia 2010”. Kenapa menggunakan tanda kutip (“) ? Itu dikarenakan antara kata Piala, Dunia dan 2010 ada spasi. Apabila tidak menggunakan tanda kutip maka akan terbentuklah dua buah folder yakni folder Piala, Dunia, dan 2010. Setelah mengetikkan md ”Piala Dunia 2010” tekan enter. Di dalam folder Piala Dunia 2010 saya akan membuat beberapa folder lagi, yaitu folder Pembagian Group dan folder Jadwal Pertandingan. Dengan menggunakan perintah md (make directory). Ingat saat pemberian nama folder apabila ada spasi harus menggunakan tanda kutip (“) agar menjadi satu folder.
Selanjutnya saya akan membuat beberapa folder lagi di dalam folder Pembagian Group. Sebelum itu kita harus masuk dulu ke dalam folder Pembagian Group, caranya yakni dengan menggunakan perintah cd (change directory). D:\Piala Dunia 2010>cd “Pembagian Group”. Kemudian saya akan membuat folder Group A, Group B, Group C, Group D, Group E, Group F, Group G, Group H. Untuk membuat folder-folder tersebut, gunakan perintah md (make directory). Diawali dengan D:\Piala Dunia 2010\Pembagian Group>md “Group A” begitu seterusnya sampai pada “Group H”.
Di dalam folder Group A tersebut saya akan membuat beberapa file .txt. Sebelum itu kita masuk dulu ke folder Group A yaitu dengan menggunakan perintah cd (change directory). Setelah masuk ke dalam folder Group A, barulah saya membuat file .txt dengan menggunakan perintah copy con spasi nama file.txt. Pemberian nama file juga sama dengan nama folder. Apabila ada spasi, harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (“). Saya membuat file “Afrika Selatan”.txt dan di dalam file tersebut saya akan membuat tulisan Afrika Selatan. Setelah perintah copy con ”Afrika Selatan”.txt kemudian enter lalu ketikkan Afrika Selatan, enter. Untuk menutup file.txt tersebut kita tekan Ctrl+Z. Itu artinya kita sudah selesai mengisi file Afrika Selatan.txt tersebut. Dan yang kita ketikkan akan dicopy dan tersimpan di file .txt. Saya membuat empat file .txt. Langkah-langkahnya sama seperti membuat file ”Afrika Selatan”.txt tersebut yaitu dengan menggunakan copy con dan diakhiri dengan Ctrl+Z. Selanjutnya yakni saya akan membuat file .txt di dalam folder Group B. Perintahnya sama dengan pembuatan file .txt di dalam Group A. Namun harus pindah directory dulu dengan menggunakan cd (change directory) Group B. Untuk pembuatan file .txt di dalam folder Group C, Group D, Group E, Group F, Group G, dan Group H sama seperti langkah-langkah pembuatan file .txt di dalam folder Group A dan Group B tadi. Dan harus diingat untuk pindah, masuk ke dalam folder yang diinginkan dengan menggunakan perintah cd (change directory).
Berikutnya, saya akan membuat beberapa folder lagi di dalam folder Jadwal Pertandingan. Namun sebelum itu kita keluar dulu dari folder Group H yang ada di dalam folder Pembagian Group tadi dengan menngunakan perintah cd (change directory) sampai pada hany folder Piala Dunia 2010 yang ad adi drive D:. Barulah kita masuk ke dalam folder Jadwal Pertandingan dengan menggunakan perintah cd (change directory) “Jadwal Pertandingan”. Sesudah itu saya membuat folder Group A, Group B, Group C, Group D, Group E, Group F, Group G, Group H dengan menggunakan perintah md (make directory).
Di dalam folder Group A tersebut saya akan membuat beberapa file .txt. Sebelum itu kita masuk dulu ke folder Group A yaitu dengan menggunakan perintah cd (change directory). Setelah masuk ke dalam folder Group A, barulah saya membuat file .txt dengan menggunakan perintah copy con spasi nama file.txt. Pemberian nama file juga sama dengan nama folder. Apabila ada spasi, harus diawali dan diakhiri dengan tanda kutip (“). Saya membuat file “11 Juni 2010”.txt dan di dalam file tersebut saya akan membuat tulisan Afrika Selatan cs Meksiko dan Uruguay vs Perancis. Setelah perintah copy con ” 11 Juni 2010”.txt kemudian enter lalu ketikkan Afrika Selatan cs Meksiko dan Uruguay vs Perancis, enter. Untuk menutup file.txt tersebut kita tekan Ctrl+Z. Itu artinya kita sudah selesai mengisi file 11 Juni 2010.txt tersebut. Dan yang kita ketikkan akan dicopy dan tersimpan di file .txt. Saya membuat beberapa file .txt. Langkah-langkahnya sama seperti membuat file ” 11 Juni 2010”.txt tersebut yaitu dengan menggunakan copy con dan diakhiri dengan Ctrl+Z. Selanjutnya yakni saya akan membuat file .txt di dalam folder Group B. Perintahnya sama dengan pembuatan file .txt di dalam Group A. Namun harus pindah directory dulu dengan menggunakan cd (change directory) Group B. Untuk pembuatan file .txt di dalam folder Group C, Group D, Group E, Group F, Group G, dan Group H sama seperti langkah-langkah pembuatan file .txt di dalam folder Group A dan Group B tadi. Dan harus diingat untuk pindah, masuk ke dalam folder yang diinginkan dengan menggunakan perintah cd (change directory).
Untuk melihat direktori (folder) apa saja yang ada di dalam folder Piala Dunia 2010, kita gunakan perintah dir. Caranya yakni setelah folder terakhir (Piala Dunia 2010) kita ketik dir, kemudian enter maka akan muncul folder-folder apa saja yang ada di dalam folder Piala Dunia 2010 tersebut. Dengan menggunakan perintah dir itu juga kita dapat melihat waktu pembuatan folder dan seberapa banyak/besar memory yang dipakai. Saya akan menyembunyikan (hidden) dua buah folder yang ad adi dalam folder Pembagian Group. Sebelumnya, kita keluar dulu dari folder Jadwal Pertandingan dengan perintah cd.. kemudian masuk ke dalam folder Pembagian Group dengan perintah cd (change directory) “Pembagian Group”. Setelah folder Pembagian Group menjadi folder terakhir, kita gunakan perintah attrib +h nama_folder_yang_akan_dihidden. Saya akan menyembunyikan folder Group C dan Group E maka perintah yang digunakan adalah attrib +h “Group C”, enter. Dan attrib +h “Group E”, enter. Sehingga menyebabkan folder Group C dan folder Group B yang ada di dalam folder Pembagian Group tersembunyi/tidak nampak. Untuk membuktikannya, kita gunakan perintah dir. Perintah dir digunakan setelah folder terakhir adalah Pembagian Group. Maka folder Group C dan folder Group E yang saya hidden tadi tidak akan terlihat. Sedangkan untuk mengembalikan kembali folder yang tersembunyi tadi, kita gunakan perintah attrib -h “Group C”, enter. Dan attrib -h “Group E”, enter. Maka folder Group C dan folder Group E yang tersembunyi tadi akan tampil kembali/terlihat lagi. Untuk membuktikannya, kita gunakan perintah dir. Perintah dir digunakan setelah folder terakhir adalah Pembagian Group. Jadi, attrib +h berfungsi untuk mengaktifkan hidden folder/file sedangkan attrib –h berfungsi untuk mnonaktifkan hidden folder/file.

Saya akan menyembunyikan (hidden) dua buah file .txt yang ada di dalam folder Group A yang merupakan subfolder dari folder Jadwal Pertandingan. Sebelumnya, kita keluar dulu dari folder Pembagian Group dengan perintah cd.. kemudian masuk ke dalam folder Jadwal Pertandingan dengan perintah cd (change directory) “Jadwal Pertandingan”. Setelah masuk ke folder Jadwal Pertandingan kemudian masuk ke subfolder Group A dan folder Group A menjadi folder terakhir, kita gunakan perintah attrib +h nama_file_yang_akan_dihidden. Saya akan menyembunyikan file “11 Juni 2010”.txt dan “16 Juni 2010”.txt maka perintah yang digunakan adalah attrib +h “11 Juni 2010”.txt, enter. Dan attrib +h “16 Juni 2010”.txt, enter. Sehingga menyebabkan file 11 Juni 2010.txt dan file 16 Juni 2010.txt yang ada di dalam folder Group A tersembunyi/tidak nampak. Untuk membuktikannya, kita gunakan perintah dir. Perintah dir digunakan setelah folder terakhir adalah Group A. Maka file 11 Juni 2010.txt dan file 16 Juni 2010.txt yang saya hidden tadi tidak akan terlihat. Sedangkan untuk mengembalikan kembali file yang tersembunyi tadi, kita gunakan perintah attrib -h “11 Juni 2010”.txt, enter. Dan attrib -h “16 Juni 2010”.txt, enter. Maka file 11 Juni 2010.txt dan file 16 Juni 2010.txt yang tersembunyi tadi akan tampil kembali/terlihat lagi. Untuk membuktikannya, kita gunakan perintah dir. Perintah dir digunakan setelah folder terakhir adalah Group A. Jadi, attrib +h berfungsi untuk mengaktifkan hidden folder/file sedangkan attrib –h berfungsi untuk mnonaktifkan hidden folder/file.
Tahap akhir saya akan membuat bagan ata diagram pohon dari folder-folder yang ada di dalam folder Piala Dunia 2010 dan subfolder-subfolder yang ad adi dalamnya dengan cara menggunakan perintah tree. Perintah ini digunakan dengan cara D:\Piala Dunia 2010>tree kemudian enter dan muncullah bagan/diagram pohon tersebut. Disamping itu juga perintah ini juga akan menampilkan volume label.








1 comments:

anak UG juga ya, makasih Mba sharenya.
 

Poskan Komentar